Saldo Vegas Point
bonus-deposit

Deru mesin mobil terdengar dari garasi, suaranya yang besar perlahan-lahan mengecil hingga hilang di kejauhan. Aku bergegas turun dari lantai atas, perlahan menuruni tangga. Perasaan ku benar-benar tak karuan, ada rasa senang gugup dan entah apa lagi, semuanya bercampur jadi satu.

Di lantai bawah suasana tampak sepi, anak-anak kecil yang tadinya menonton TV kini tertidur pulas dikamarnya, jam menunjukkan pukul 23.13 pm yang artinya tak ada lagi aktifitas dirumah. Aku berdiri didepan kamar yang pintunya sedikit terbuka, di dalam terlihat seorang wanita baru saja menidurkan anaknya yang berusia 20 bulan.

Aku memasuki ruangan 5x5 meter itu perlahan-lahan, aku tak tahu apakah kedatanganku disadari olehnya, kewarasanku kini hilang entah kemana. Setelah menutup pintu kamar aku langsung duduk di tempat tidur tepat dibelakangnya, dua tangan pun kini telah melingkari tubuh ibu muda itu. Bau wangi tercium dari rambut yang sebahu seperitnya baru ia cuci tadi sore, dari belakang pundaknya yang putih mulus terlihat jelas, sebuah kecupan pun mendarat disitu.

Ahhh...hmm, desahan mulai terdengar saat bibirku mulai bermain di sekitar leher bagian belakang.

Ia melepas lingkaran tanganku di pinggangnya, lalu berbalik arah menatap ku yang telah diselimuti nafsu. Tak mau berlama-lama, bibir tipisnya langsung kucium sambil tangan kiriku bermain di payudaranya yang masih di balut daster tanpa bra. Kedua tangan ku kini memeluk tubuhnya sambil bibir ku terus mencium leher dan pudaknya.

Kutarik tubuhnya turun kebawah, diatas lantai yang hanya beralas karpet tebal kutindih tubuhnya, kuciumi setiap jengkal leher dan bibirnya bergantian, kini ia ikut membalas ciuman ku, kadang lidah kami saling beradu, sesekali ku hisap dan kugigit bibirnya dengan lembut.

Aku terdiam sejenak didatas tubuhnya, kulihat dirinya mulai acak-acak, aku seakan baru tersadar oleh nafsu yang baru saja menguasai, namun bukan untuk menghentikan semuanya melainkan bersiap untuk mendaki kenikmatan yang seutuhnya.

Aku beranjak dan melepas pakaian satu persatu hingga tak ada lagi sehelai benang pun ditubuh ini, kulihat Rita masih terbaring pasrah diatas karpet itu, ia yang sedari tadi memandang tubuh ku cepat-cepat memalingkan wajahnya kearah lain seakan baru pertama kali melihat ku telanjang.

Sambil bersimpuh di kakinya kusibakkan dasternya keatas, ia mengangkat tubuhnya hingga pakaiannya itu dengan mudah naik keatas. Kini tinggal celana dalam tipisnya yang tersisa, kulepas celana dalam itu perlahan melewati paha hingga betis indahnya, tangannya cepat-cepat menutupi vagina, seakan tak ingin aku mencuri pandangan meski sedetikpun.

Aku kembali melanjutkan cumbuan ku di leher dan sebagian dadanya, saat aku hendak menghisap kedua putingnya ia menolak kutatap matanya dan ia hanya menggeleng memberi isyarat jangan, aku pun mengerti dan akhirnya hanya mencium area disekitar puting. Karena tak banyak yang bisa kulakukan di payudara aku pun turun ke vagina dan langsung memainkan lidah di celah yang mulai basah itu, jilatan demi jilatan berubah menjadi hisapan di klitorisnya, ia hanya bisa mendesah kecil sambil menggigit bibir bawahnya mencoba untuk tidak menggangu tidur sang buah hati.

Kusadari permainan ku membuatnya sering mendesah aku pun bangkit untuk segera memberinya menu utama, kupandu penis ku masuk kelubang kenikmatannya namun ia tiba-tiba menutupi dengan tangan, aku yang kebingungan memadangnya dengan kekecewaan, ia kemudian menggelengkan kepala menolakku, namun tak lama kemudian ia pun tersenyum berhasil mempermainkan ku.

Karena kesal aku pun berniat membalasnya, kujejali ujung penisku di bibir vaginanya cukup lama tanpa memasukkannya, membuat ia makin bergairah sekaligus tersiksa, aku hanya tersenyum menatap wajahnya yang menahan nafsu. Tak tega melihatnya aku langsung memandu penis kedalam liang kewanitaanya,

ehmmmm Rita kembali mendesah pelan melepaskan nafsu yg sedari tadi tertahan.

Kumainkan batang keperkasaan ku dalam tempo sedang, aku ingin Rita benar-benar menikmati setiap inci penisku didalam, lambat laun tempo permainanku semakin cepat membuat vaginanya makin basah oleh lendir nikmat.

Aku yang sedari tadi hanya memompa tubuhnya kini mencoba naik dan melepas daster yang ia kenakan. Dengan tubuh yang benar-benar telanjang aku kembali menindih dan menciumi bibir Rita tanpa melepas penisku di vaginanya, ia begitu bersemangat merespon setiap ciumanku, tangannya melingkari di leher dan pinggang seakan tak ingin melepas kenikmatan dari pria yang usianya 5 tahun lebih muda.

Kurasakan vaginanya mulai berdenyut dan akan segera orgasme, kupercepat laju penisku, namun tak berapa lama tangisan bayi terdengar dari atas bed membuyarkan konsentrasiku, dengan terpaksa aku menghentikan permainan.

Aku bangkit bersamaan dengan Rita yang beranjak naik keatas bed dengan raut wajah sedikit kecewa, di pinggiran bed ia duduk dengan tubuh yg masih telanjang, aku pun ikut duduk dibelakangnya.

Cup..cup..cup bobok lagi ya, katanya sambil mengeloni buah hatinya itu dengan penuh kasih sayang, aku hanya bisa memeluknya dan berharap bayi itu kembali tidur, kucium pundaknya seakan memberinya peringatan jika permainan belum usai.

Sambil membelai buah hatinya, tangan kiri Rita bergerak ke selangkangan ku dan mengelus batang ku agar tetap tegang. Setelah bayinya tertidur, kutarik tubuhnya kembali kelantai, tak mau berlama-lama langsung kujejali mekinya dengan penisku blessss, aku kembali memompanya menyalakan kembali gairah yang sempat padam, untung saja penis ku masih lumayan tegang.

Kutekan penis ku sedalam-dalamnya membuat Rita terpejam dan menggigit bibir bawahnya, keletakkan betis kirinya diatas pundakku hingga tak ada lagi sedikitpun jarak diantara kami berdua. Ditengah kenikmatan yang ia rasakan sesekali ia melirik kearah bed, mungkin saja bayinya terbangun, ku acungkan jempol padanya sebagai tanda bayinya aman-aman saja.

Kutarik penis ku hingga hanya ujungnya yang tersisa didalam, kemudian kutekan cepat-cepat, kulakukan berulang kali membuat tubuhnya sedikit terguncang oleh kenikmatan, kadang tubuhnya melengkung keatas merasakan nikmatnya hujaman demi hujaman penis yang ia akui lebih panjang dari punya suaminya, kucium betis indahnya yang menggantung di pundak ku.

Kuraih kedua tangannya kugenggam dan kembali kutindih tubuh ibu muda yang telah beberapa kali orgasme ini, Sebuah kecupan pun mendarat di keningnya, muachhhh.

I love you sayanggg..

Love you too,, balas Rita

Kata cinta itu seakan mendorong penis ku maju mudur, desahan demi desahan pun tak lagi tertahankan keluar dari mulut Rita, yang ada dalam benakku dan Rita hanya satu yaitu puncak kenikmatan, penisku seakan bergerak dengan sendirinya, ia pun terus menggerakkan pinggulnya bergerak bersamaan, kedua kakinya ia silangkan mengunci tubuhku seakan tak ingin kenikmatannya kembali terganggu.

arghhh..ehhmmm..ahhhhhhhhhhh,,Rita mendesah panjang.

Rita kembali orgasme, namun kali seakan menjadi yang terakhir, kurasakan cairan hangat membanjiri liang kewanitaan bersamaan peluh keluar ditubuhnya. Aku yang segera orgasme pun berusaha mengalah dan memberinya waktu menikmati semua nafsu kewanitaannya.

Batang keperkasaan ku yang masih tegang didalam sana membuatnya sadar kalau aku belum menuntaskan hajat birahiku

Keluarkan yank...kata Rita sambil membelai rambutku.

Tak mau membuang waktu aku langsung memompa penisku cepat-cepat,,ahhhh ahhhh ahhh, Rita terus membelai tubuhku yang sedang menuntaskan hajat terakhir, tak berapa lama kemudian semua energi yang kumiliki seakan mengalir kesatu tempat.

Ahhhh..ahhh..ahhh setelah beberapa kali pompaan aku pun orgasme, kucabut penis ku dan kubiarkan mani keluar di bibir vagina Rita yang telah cukup basah oleh cairannya. Kudekati dan kupeluk tubuhnya, kucium bibir dan keningnya dengan penuh kasih sayang, seakan tak peduli cairan kemaluan kami belepotan disana-sini.

Setelah puas melepas semua kenikmatan yang entah kapan bisa diulang, aku membersihkan diri di kamar mandi, kutawarkan untuk membersihkan tubuh Rita namun ia menolak, kuambil pakaian yang berceceran di lantai dan keluar dari kamar, sebelum kututup pintu kamar aku masih sempat memandanginya yang berbaring telanjang, Rita memandangku sambil tersenyum puas.

SUMBER : SEMPROT.COM

PENULIS : maninsex

Bercinta Dengan Ibu Muda


agen-judi-bola

log in

Captcha!
Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Captcha!
Back to
log in
Choose A Format
Gallery
Punya Banyak? Upload semua!
Meme
Meme .K
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Gambar / GIF